Laporan Pertandingan: Leeds United 1-4 Leicester City
Juara Liga Primer Inggris 2015/16 Leicester City naik ke urutan dua setelah mengamankan kemenangan telak 4-1 atas Leeds United, Selasa (3/11) dini hari WIB tadi.
Dalam lanjutan Liga Primer matchday ketujuh yang digelar di Elland Road semalam, Leicester tampil dominan atas tim tuan rumah dan bahkan mencetak gol cepat di menit kedua melalui Harvey Barnes.
Opta mencatat, gol Barnes terjadi di detik ke-119 dan itu merupakan yang tercepat di Liga Primer sejak Shinji Okazaki membuka skor di detik ke-52 melawan Brighton & Hove Albion pada Agustus 2017 lalu.
Dominasi Leicester berlanjut di pertengahan babak pertama sebagaimana mereka menambah keunggulan lewat Youri Tielemans di menit ke-21.
Leeds sendiri baru bisa membalas di awal babak kedua melalui gol Stuart Dallas. Adapun berkat golnya tersebut, ia menjadi pemain Irlandia Utara pertama yang sanggup mencetak gol untuk Leeds di kasta tertinggi sejak Nigel Worthington melawan West Ham United pada Desember 1994.
1 – Stuart Dallas is the first Northern Irish player to score for Leeds United in the top-flight since Nigel Worthington against West Ham in December 1994. Comeback? #LEELEI pic.twitter.com/PbJ042YyTt
— OptaJoe (@OptaJoe) November 2, 2020
Saat timnya mulai dikejar, manajer Leicester Brendan Rodgers melakukan pergantian krusial. Ia memasukkan James Maddison untuk Dennis Praet di menit ke-63 dan Cengiz Under untuk mengisi posisi Barnes di menit ke-71.
Hasilnya, gol ketiga berhasil diciptakan Leicester melalui ‘tap-in’ Vardy. Dalam hal ini, Maddison membuka pergerakan lewat umpannya ke Under, yang kemudian mengirim bola ke kotak penalti untuk dituntaskan sang penyerang menjadi gol.
The Foxes memastikan kemenangannya di masa injury time setelah wasit menunjuk titik putih, yang itu tidak disia-siakan oleh Tielemans. Sekarang, gelandang internasional Belgia itu telah mengemas dua gol dari tiga penampilan terakhirnya di laga tandang di Liga Primer.
Menyusul hasil ini, Leicester untuk sementara naik ke urutan dua dengan koleksi 15 poin. Mereka tepat di belakang sang pemuncak klasemen Liverpool, yang unggul satu angka.
Adapun ini menjadi awal musim terbaik yang pernah dilakukan Leicester setelah tujuh pertandingan di Liga Primer, dengan menyamai catatan musim 2000/01 ketika mereka merangkum 15 angka.
1 – Leicester City have made their joint best-ever start to a top-flight campaign (after seven games), matching their tally from 2000-01 (15 points). Flying. #LEELEI pic.twitter.com/ycSvuK88a1
— OptaJoe (@OptaJoe) November 2, 2020
Sementara itu, Leeds telah kalah di dua pertandingan liga beruntunnya di liga untuk kali pertama di bawah arahan Marcelo Bielsa. Terakhir kali mereka merasakan dua kekalahan beruntun di markas sendiri terjadi pada Maret 2018 ketika masih ditukangi Paul Heckingbottom.
2 – Leeds United have lost back-to-back home league games for the first time under Marcelo Bielsa, last doing so in March 2018 under Paul Heckingbottom. Unfamiliar. #LEELEI pic.twitter.com/TYIQ4aCuX4
— OptaJoe (@OptaJoe) November 2, 2020
Leeds sekarang tidak pernah menang di empat laga terakhirnya di liga melawan Leicester, imbang dua kali dan kalah dua kali, menjadi laju tak pernah menang terlama melawan The Foxes sejak Februari 2006 hingga Desember 2010 (tujuh laga).